Hipertensi dan kencing manis adalah penyakit kronis yang angkanya terus meningkat di Indonesia. Kurangnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, dan pemantauan yang konsisten menjadi tantangan besar dalam penanganannya. Untuk itu, berbagai inovasi terus dikembangkan, salah satunya adalah PITA SI MANIS.
Dalam kegiatan “PITA SI MANIS” Puskesmas Randuagung mengundang penderita hipertensi dan kencing manis terutama yang tidak berobat secara teratur. Kegiatan dimulai dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan dan pengobatan. Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak bulan Juni tahun 2023 di desa Kalidilem sebagai desa percontohan dan memiliki hasil yang positif bagi masyarakat. Pada tahun 2025, inovasi ini difokuskan pelaksanaannya di desa Pejarakan. Kegiatan dilakukan sebulan sekali di setiap RW secara berpindah-pindah di wilayah desa Pejarakan .
Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, penderita hipertensi dan kencing manis dapat melanjutkan pengobatan secara teratur di Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
Alur pelaksanaan kegiatan PITA SI MANIS adalah sebagai berikut :
- Membentuk kader PITA SI MANIS yaitu kader mendata Riwayat penderita hipertensi dan kencing manis yang ada di sekitarnya dan melaporkan kepada tenaga kesehatan.
- Pendataan di tulis di buku dengan sesuai dusun untuk mengetahui jumlah sasaran sementara
- Penderita hipertensi dan kencing manis yang baru juga di dapatkan dari kegiatan posbindu PTM
- Penderita akan mendapatkan kartu pita si manis
Melakukan monitoring kegiatan setiap tribulan dengan bersamaan kegiatan posbindu PTM
- Bagi penderita yang tidak hadir di dalam kegiatan posbindu PTM akan di undang di dalam kegiatan kelas si manis ( Kelas Hipertensi dan kencimg manis )
- Kegiatan ini di lakukan dengan memberikan pembinaan tentang penyakit dan pentingnya control dan minum obat rutin
- Penderita yang masih belum hadir dalam kegiatan tersebut akan di kunjungi rumah oleh kader dan di berikan konseling untuk periksa dan minum obat rutin.
Dalam proses evaluasi hasil pemeriksaan, pasien diberikan kartu PITA SI MANIS agar petugas kesehatan di setiap fasyankes yang dikunjungi pasien dapat mengetahui dan memantau hasil pemeriksaan sebelumnya.